Senin, 22 Februari 2010

BAB VI Hormon Gonad (Hormon kelamin)

Hormon kelamin meliputi androgen, progestin dan estrogen. Hormon kelamin dihasilkan oleh gonad dan adrenal yang diperlukan untuk konsepsi, maturasi embrionik, dan perkembangan ciri – ciri khas seks primer dan sekunder pada pubertas. Hormon gonad digunakan dalam terapi pengganti, dan pada kasus estrogen, untuk kontrasepsi dan osteoporosis.

Siklus menstruasi
Folikel mengalami proses pematangan yang dibantu oleh LH dan FSH dari hipofisis.
Hari ke 13 – 16 folikel yang matang berjalan menuju uterus.
FSH merangsang pertumbuhan dan pematangan filokel dalam uterus dan merangsang pembentukan estrogen.
LH menunjang pematangan sel telur, menginduksi pelepasan folikel, pembentukan badan kuning (korpus luteum = pembentukan progestin).
Selama pematangan sel telur, endometrium berubah karakteristik (pembentukan epitel endometrium=fase proliferasi), Hormon progestin mempersiapkan mukosa uterus untuk penanaman telur.
bila telur tidak dibuahi maka akan mati dengan cepat.
Pada akhir siklus sekitar hari ke 28 korpus luteum mengakhiri aktivitasnya dan kadar progestin menurun dengan tajam akibatnya pengeluaran mukosa uterus (menstruasi) (lihat gambar 6.1)


Gambar 6.1

Hormon Kelamin yang dihasilkan oleh tubuh (alami) terdapat 3 (jenis) yaitu pertama jenis estrogen yang beredar dalam tubuh adalah estradiol, estron dan estriol, jenis kedua progestin yaitu progesteron dan jenis ketiga yaitu androgen diwakili oleh testosteron.

Hormon Estrogen
Mekanisme kerja Estrogen
Hormon steroid berdifusi melalui membran sel dan terikat dengan afinitas tinggi pada reseptor protein sitoplasmik spesifik. Afinitas terhadap reseptor bervariasi dengan estrogen spesifik aktivasi kompleks steroid-reseptor memasuki nukleus dan berinteraksi dengan kromatin inti untuk memulai sintesa RNA hormon spesifik yang memerantarai sejumlah fungsi fisiologis.

Penggunaan Terapi Estrogen
- Untuk kontrasepsi
- Terapi hormon pasca menopouse.
- Osteoporosis

Hubungan estrogen dan menopouse
Pada wanita menopause terjadi penurunan sekresi hormon estrogen dan progestin (terutama estrogen) sehingga mempengaruhi keadaan dari tubuh, karena estrogen juga berperan dalam banyak hal seperti pada organ kardiovaskular, traktur urogenitalis, tulang dan vasomotor. Sehingga menoupase akan berdampak pada organ tersebut sehingga diperlukan juga “terapi penggati estrogen” pada wanita menopause.
Manfaat penggantian estrogen pasca menopouse
Tidur : Estrogen mengurangi gangguan pasca menopause dalam hal tidur.
Kardiovaskular : estrogen memberikan efek protektif terhadap penyakit kardiovaskular, yang menyebabkan penurunan LDL dan peningkatan kadar HDL dalam plasma.
Traktus urogenital : pengobatan estrogen membalikan atropi pasca menopause pada vulva, vagina, uretra, dan trigonum kandung kemih.
Osteoporosis : estrogen menurunkan resorpsi tulang tetapi tidak mempunyai efek pada pembentukan tulang.
Vasomotor : pengobatan estrogen menegakkan kembali feed back pada kontrol hipotalamus sekresi norefineprin, yang menyebabkan berkurangnya ruam panas.
Farmakokinetik estrogen alamiah adalah mudah diabsorbsi melalui saluran pencernaan, kulit dan membran mukosa. cepat diabsorbsi juga bila intra muscular. Sebaliknya estrogen sintetik Misalnya etinil estradiol, mestranol mudah diabsorbsi stlh peroral, kulit, membran mukosa. Metabolisme lebih lambat dibanding estrogen alami. Disimpan dalam adiposa dan di lepaskan secara lambat. Efek lebih lama dan potensi lebih tinggi dibanding estrogen alami.

Kontrasepsi (KB) dengan hormon estrogen
Estrogen sintetik yang dibuat untuk obat kontrasepsi (KB) merupakan agonis estrogen alamiah, dengan mekanisme kerja meningkatkan umpan balik negatif pada hipofisis sehingga produksi LH/FSH berkurang. Menurunnya produksi LH/FSH akan menghambat (ovarium tidak dapat dibuahi).(lihat gambar 6.2)

Gambar 6.2
Hipotalamus
Hipofisis
ovarium
GnRH
+
LH & FSH
Progestin
Estrogen
kontrasepsi
Antiestrogen

Yang memodifikasi atau mengantagonis kerja estrogen, termasuk senyawa antiestrogen nonsteroid klomifen dan struktur analognya berkaitan dengan tamoksifen. Keduanya menghambat kerja estrogen dengan cara mempengaruhi jalan masuknya menuju tempat reseptor sitoplasmik. Obat ini bekerja sebagai antagonis kompetitif atau dalam lingkungan rendah estrogen. Antiestrogen nonsteroid ini efektifnya bila diberikan peroral ataupun suntikan.
Salah satu obat antiestrogen adalah Klomifen dan tamoksifen
a). Klomifen
Antiestrogen adalah senyawa yang mampu meniadakan sebagian atau seluruh kerja dari estrogen.
Mekanisme kerja Klomifen yaitu menyebabkan bertambahnya pembebasan hormon GnRH dengan mempengaruhi umpan balik estrogen pada hipotalamus dan hipofisis akibat blokade reseptor sehingga LH/FSH yang dibutuhkan untuk menstimulasi pematangan ovarium tinggi terus. (lihat gambar 6.3)
Indikasi : stimulasi ovulasi (obat penyubur)
Efek samping : pembesaran ovarium, gejala vasomotor, gangguan penglihatan.
Nama dagang : profertil, provula,ofertil,dll

Hipotalamus
Hipofisis
ovarium
GnRH
+
LH & FSH

Estrogen
klomifenGambar 6.3

b). Tamoksifen
Pertumbuhan payudara normal dirangsang oleh estrogen,sehingga pada kanker payudara. Peningkatan/penurunan estrogen dapat memicu terjadinya kanker payudara.
Mekanisme kerja Tamoksifen (Obat Antiestrogen) adalah bersaing untuk mengikat reseptor estrogen (lihat gambar 6.2) dan digunakan untuk pengobatan kanker payudara yang telah lanjut pada wanita pasca menopause,
Indikasi : pengobatan kanker payudara.
Efek samping gejolak panas, mual muntah, haid tidak teratur dan perarahan vagina
Nama dagang : tamofen,taxen,nolvadex.

Hipotalamus
Hipofisis
ovarium
GnRH
+
LH & FSH
Estrogen
tamoksifenGambar 6.4
Hormon Progestin
Fungsi progestin adalah dalam perkembangan sekresi endometrium, sehingga dapat menampung implantasi embrio yang baru terbentuk. Dan fungsi untuk mengurangi kontraksi uterus.
Progesteron suatu progestin alami dihasilkan sebagai respon terhadap hormon luteinisasi (LH), pada perempuan disekresi oleh korpus luteum dan plasenta dan pada laki – laki disekresi oleh testis.
Jika terjadi konsepsi, progesteron terus disekresi, untuk memelihara endometrium bagi kelanjutan kehamilan dan mengurangi kontraksi uterus. Jika tidak terjadi konsepsi pelepasan progesteron dari korpus luteum berhenti mendadak, penurunan ini merangsang mulainya haid.
Penggunaan terapi progestin yaitu pada kontrasepsi, mengontrol perdarahan disfungsi uterus, pengobatan dismenorea, penekanan laktasi pasca persainan, pengobatan endometriasis, pengobatan karsinoma endometrium. Progestin alami cepat di metabolisme, dibanding progestin sintetik yang lebih lama dimetabolisme sehingga dosis yang digunakan lebih rendah. Contoh Progestin sintetik yaitu, medroksiprogesteron, hidroksiprogeteron, noretindron, norgestrel.

Antiprogestin
Miferiston
Miferiston adalah salah satu obat antiprogesti (antagonis progestin) dengan aktivitas agonis parsial. Kegunaan miferiston untuk kontrasepsi sebulan sekali selama fase pertengahan luteal siklus haid jika progesteron normal tinggi. Dan digunakan pada abortus tidak lengkap sehingga jika diberikan pada awal kehamilan menyebabkan abortus.
Selain itu efek samping miferiston adalah perdarahan uterus dan abortus tak lengkap sehingga diberikan misoprostol oral setelah pemberian dosis tunggal oral mifepriston, efektif mengakhiri kehamilan.
Mekanisme kerja Miferiston adalah memblokir reseptor progestin sehingga progestin tidak dapat melaksanakan fungsinya dalam perkembangan endometrium dan mengurangi kontraksi uterus.(lihat 6.5) Jadi Miferiston dapat menghambat perkambangan endometrium dan meningkatkan kontraksi uterus.
Indikasi : aborsi.


Hipotalamus
Hipofisis
ovarium
GnRH
+
LH & FSH
Progestin
MIFERISTONGambar 6.5

Hormon Androgen
Testosteron adalah androgen penting, Efeknya anabolik dan maskulinitas.
Disintesis oleh sel leydig testis dan sedikit di ovarium, juga pada kel adrenal.
Penggunaan terapi dari androgen bermacam – macam, diantaranya :
a). Efek androgenik digunakan untuk terapi pada pria yang mengalami defisiensi hormon androgen.
b). Efek anabolik dari hormon androgen dapat digunakan sebagai obat osteoporosis, luka berat, penyembuhan operasi.
c). Hormon androgen juga digunakan untuk pertumbuhan otot anak laki2 yang kerdil.
d). Terapi Endometriosis, obat Danazol, suatu androgen lemah digunakan pada pengobatan endometriasis (pertumbuhan ektopik endometrium)
Sementara itu penggunaan yang tidak disetujui bila penggunaan oleh para atlet untuk kekuatan otot dan keagresifan. Efek samping preparat hormone androgen adalah bila pada perempuan akan tampak sifat kelaki-lakian, dan efek pada laki – laki dapat menimbulkan impoten, penurunan spermatogenesis. Biasanya para atlet yang sering disalahgunakan adalah nandrolon, stanozolol, tetapi kerugiannya dapat menimbulkan kelainan hepar.


Antiandrogen
Antiandrogen menghambat kerja hormonal laki - dengan mempengaruhi sintesa androgen atau menghambat reseptornya.misalnya, pada dosis tinggi, antifungal, ketokonazol menghambat beberapa enzim sitokrom P-450 yang terlibat dalam sintesa steroid. Finasterid sepeti steroid yang baru2 ini disetujui untuk pengobatan hipertrofi prostat jinak (BPH) menghambat 5-α-reduktase mengakibatkan pegurangan ukuran prostat. Selain itu siproteron untuk pengobatan hirsutisme pada perempuan dan flutamid untuk karsinoma prostat pada pria.

Kontrasepsi (KB) oral dan implant
Mekanisme kontrasepsi adalah mencegah ovulasi, mengganggu gametogenesis (pematangan gamet). Selain itu juga estrogen memberikan umpan balik pada pelepasan LH dan FSH jadi menghambat ovulasi dan progestin merangsang perdarahan normal pada akhir siklus haid.

Golongan utama kontrasepsi (KB) oral
Pil Kombinasi :
Kombinasi estrogen (etinilestradiol dan mestranol) dan progestin. Dimana estrogen menekan ovulasi dan progestin menyebabkan mukus serviks tidak dapat dipenetrasi oleh sperma.
21 hari dosis rendah estrogen dan progestin dosis terus meningkat dan periode 7 hari periode putus obat untuk menginduksi haid.
Pil Progestin :
Noretindron dan norgestrel, melepaskan pil dosis rendah secara kontinyu, efek samping : haid ireguler dan kemungkinan hamil.
Implant Progestin :
Levonorgestrel kapsul subdermal sebesar korek api di subkutan lengan atas, lebih efektif efek samping : haid ireguler dan nyeri kepala.
Kontrasepsi Pasca Senggama :
Estrogen dosis tinggi (etinilestradiol dan dietilstilbestrol) diberikan dalam waktu 72 jam pasca senggama dan dilanjutkan 2x1 selama 5 har.
2 dosis etinil estradiol ditambah norgestrel diberikan dalam waktu 72 jam pasca senggama, lanjut 2 dosis lain 12 jam kemudian.
Dosis tunggal Mifepriston.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar